Implementasi kasih persaudaraan melalui tarian bonet: Studi teologis 1 Petrus 3:8 dalam bingkai masyarakat Atoni Pah Meto

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30995/kur.v11i2.1412

Keywords:

1 Peter 3:8; Atoni Pah Meto; brotherly love; bonet dance; socio-cultural values; 1 Petrus 3:8; kasih persaudaraan; nilai sosial budaya; tarian bonet

Abstract

This study examines the application of Christian theological teaching on brotherly love through an analysis of the Bonet Dance in the Atoni Pah Meto community in East Nusa Tenggara. Drawing on 1 Peter 3:8, which emphasizes unity, empathy, and humility, the research examines how these values are embodied in cultural practices through the Bonet Dance. A qualitative ethnographic method is employed to observe and participate directly in the dance, and to engage with the community to document its symbolism and embedded values. The findings reveal that the Bonet Dance effectively reflects the values of brotherly love, strengthens social bonds, builds collective identity, and serves as an educational medium for the younger generation. This dance is not only a cultural expression but also an essential instrument for reinforcing Christian values among the Atoni Pah Meto people, despite challenges posed by social changes that affect its implementation.

 

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan ajaran kasih persaudaraan dari teologi Kristen melalui analisis Tarian Bonet dalam masyarakat Atoni Pah Meto, Nusa Tenggara Timur. Mengacu pada 1 Petrus 3:8, yang menekankan kesatuan, empati, dan kerendahan hati, penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai ini diterjemahkan dalam praktik budaya melalui Tarian Bonet. Metode kualitatif etnografi digunakan untuk mengamati dan berpartisipasi langsung dalam tarian serta interaksi dengan komunitas guna mendokumentasikan simbolisme dan nilai-nilai yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Bonet secara efektif merefleksikan nilai-nilai kasih persaudaraan, memperkuat ikatan sosial, membangun identitas kolektif, dan berfungsi sebagai media pembelajaran bagi generasi muda. Tarian ini tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai alat penting dalam memperkuat nilai-nilai ajaran Kristen di kalangan masyarakat Atoni Pah Meto, meski ada tantangan dari perubahan sosial yang mempengaruhi penerapannya

References

Banusu, Yermias. “Korelasi Makna Tarian Bonet Masyarakat Dawan Dengan Konsep Relasi Martin Buber (Sebuah Study Komparasi Dengan Pendekatan Filosofis).” Fites et Ratio 5, no. 2 (2020): 7–16. http://www.ejournal-stfxambon.id/index.php/FeR/article/view/41.

Geertz, Clifford. The Interpretation of Cultures: Selected Essays. 1st ed. New York: Basic Books, 2018.

Hotlif Arkilaus Nope, Melvianus Selan. “Pemberdayaan Tarian Adat Bonet Pada Masyarakat Atoni Pah Meto (Studi Kasus Di Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur).” Jurnal Hermeneutika 7, no. 2 (2021): 49–59. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/Hermeneutika/article/view/12983.

Lewar, Marike Amanda Adeltania, Intansakti Pius X. “Upaya Membangun Sikap Kasih Dalam Hidup Keluarga Kristiani Diera Digital.” Jurnal Sinar Kasih 2, no. 1 (2024): 34–47. https://jurnal.sttarastamarngabang.ac.id/index.php/sinarkasih/article/view/250.

Mangentang, Matheus, and Tony Salurante. “Membaca Konsep Kasih Dalam Injil Yohanes Menggunakan Lensa Hermeneutik Misional.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 4, no. 1 (June 24, 2021): 1–13. https://jurnal.sttsetia.ac.id/index.php/phr/article/view/142.

Metropoly Merlin J. Liubana, Ibrahim Nenohai. “Unsur Kearifan Lokal Masyarakat Atoni Pah Meto Dalam Legenda Oepunu.” Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra 7, no. 2 (2021): 15–27. https://www.e-journal.my.id/onoma/article/view/1287.

Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. 2nd ed. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015.

Nida, Johannes P. Louw and Eugene A. Greek-English Lexicon of the New Testament Based on Semantic Domains. 2nd ed. New York: United Bible Societies, 2019.

Niebuhr, Reinhold. Christ and Culture. 1st ed. New York: Harper & Row, 2015.

Ottu, Margarita D. I. “Analisis Makna Asosiatif Dan Pesan Moral Pantun Dalam Tarian Bonet Masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan.” Jurnal Hermeneutika 2, no. 1 (2023): 24–36. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/Hermeneutika/article/view/12983.

Parhusip, Akdel. “Interaksi Sosial Dalam Mewujudkan Kasih Persaudaraan Antaranggota Jemaat.” KURIOS 8, no. 2 (April 2022).

Penulis, Tim. “Alkitab Sabda.” Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2013.

———. Bible Work. 13th ed. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2013.

Penyusun, Tim. “Authorised Version, Sabda Versi Indonesia.” Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2013.

Petrus Ana Andung, Hotlief Arkilaus Nope. “Pengalaman Masyarakat Adat Boti Dalam Memanfaatkan Media Rakyat Untuk Pembangunan (Studi Fenomenologi Penggunaan Bonet).” Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan 20, no. 1 (2016): 63.

Priskilla, Yuniarti, and Hotlif Arkilaus Nope. “Mengungkap Makna Tuturan Bonet Sebagai Media Komunikasi Tradisional Dalam Menuturkan Sejarah Kampung Aeka: Salah Satu Strategi Pemertahanan Nilai Budaya Lokal.” Academia Edu. Last modified 2024. Accessed August 20, 2024. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/.

Silalahi, Natan. Interview with a Member of the Atoni Pah Meto Community on the Essence of the Bonet Dance. Kupang, Nusa Tenggara Timur, 2024.

———. Wawancara Terhadap 2 Anak Muda Mengenai Tarian Bonet Atoni Pah Meto. Soe, Timor Tengah Selatan, 2025.

Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitaif Dan R & D. 1st ed. Bandung: ALFABETA, 2013.

Suratman, Efesus, and Sadrakh Sugiono. “Implementasi Ajaran Kasih Dalam Mewujudkan Sila Persatuan Indonesia Di Tengah-Tengah Kemajemukan.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 6, no. 1 (June 27, 2023): 17–35. https://jurnal.sttsetia.ac.id/index.php/phr/article/view/302.

Susanto, Hasan. Perjanjian Baru Interlinear Yunani Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK), Jilid 1&2. Edited by Lembaga Alkitab Indonesia. 4th ed. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2010.

———. Perjanjian Baru Interlinear Yunani Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK), Jilid 1&2. 2nd ed. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2010.

Taebenu, Harley Sandra. “Prociding Nasional.” In Withdrawn: Makna Dan Fungsi Syair Tarian Bonet, 12–16. Kupang: Universitas Nusa Cendana, 2023.

Talan, Yesri E., Dyulius T. Bilo, and Samuel Purdaryanto. “Theological Reflection on Love Based on 1 John 4:7–8 through the Siri Pinang Tradition in Atoni Pah Meto Culture.” Verbum et Ecclesia 45, no. 1 (November 29, 2024). https://verbumetecclesia.org.za/index.php/ve/article/view/3272.

Tarigan, Iwan Setiawan, Maria Widiastuti, and Warseto Freddy Sihombing. “Hukum Kasih Sebagai Fondasi Hidup Kristen Sejati.” Jurnal Teologi Cultivation 6, no. 1 (July 31, 2022): 143–160. https://e-journal.iakntarutung.ac.id/index.php/cultivation/article/view/1597.

Ulrich/Wendy. “HRM and Culture: History, Ritual, and Myth.” Human Resource Management 10, no. 1 (2020): 15–24. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/hrm.3930230203.

Walter Bauer, Frederick W. Danker, William F. Arndt, and F. Wilbur Gingrich. A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature. 1st ed. Chicago: University of Chicago Press, 2000.

Published

30.08.2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Implementasi Kasih Persaudaraan Melalui Tarian Bonet: Studi Teologis 1 Petrus 3:8 Dalam Bingkai Masyarakat Atoni Pah Meto”. 2025. KURIOS 11 (2): 621-33. https://doi.org/10.30995/kur.v11i2.1412.