Moderasi beragama dan trauma konflik komunal: Eksplorasi pemahaman dan pengembangan model bagi remaja Kristen di kota Ambon
DOI:
https://doi.org/10.30995/kur.v10i3.1298Keywords:
Christian adolescents; conflict of Ambon; communal conflict survivors; religious moderation; transformative education konflik Ambon; moderasi beragama; pendidikan transformatif; remaja Kristen; penyintas konflik komunalAbstract
Christian adolescents who survived communal conflict in Ambon have grown up within narratives of religiously based violence while living in a digital era susceptible to the spread of radicalism and hate speech. This reality underscores the urgent need to cultivate religious moderation in a structured, context-specific manner. This study aims to explore how Christian adolescent survivors of communal conflict in Ambon understand religious moderation and to develop a relevant model of religious moderation for them. A qualitative case study method was employed, with in-depth interviews conducted with 23 adolescent informants. Findings reveal that their understanding of religious moderation remains normative and incomplete, as trauma from communal conflict has generated negative perceptions toward adherents of other religions. Drawing on these findings, the researchers developed a religious moderation model grounded in Jack Mezirow's Transformative Education theory, encompassing four stages: experience, critical reflection, reflective discourse, and action. This model integrates trauma healing with the formation of a moderate character and can be implemented through Christian churches and schools in post-conflict Ambon.
Abstrak
Remaja Kristen penyintas konflik komunal di Ambon bertumbuh dalam narasi kekerasan berbasis agama sekaligus terpapar dunia digital yang rentan menyebarkan radikalisme dan ujaran kebencian. Realitas ini menegaskan urgensi penanaman moderasi beragama secara terstruktur dan kontekstual bagi mereka. Penelitian ini bertujuan menggali pemahaman remaja Kristen penyintas konflik komunal di Ambon tentang moderasi beragama serta mengembangkan model moderasi beragama yang relevan dengan konteksnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus dengan wawancara terhadap 23 informan remaja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman informan tentang moderasi beragama masih bersifat normatif dan belum terbentuk secara utuh, karena trauma akibat konflik komunal memunculkan persepsi negatif terhadap pemeluk agama lain. Berdasarkan temuan ini, peneliti mengembangkan model moderasi beragama yang mengacu pada teori pendidikan transformatif Jack Mezirow yang mencakup empat tahapan: pengalaman, refleksi kritis, diskursus reflektif, dan aksi. Model ini mengintegrasikan pemulihan trauma dengan pembentukan karakter moderat dan dapat diimplementasikan melalui gereja dan sekolah Kristen di Kota Ambon pascakonflik.
References
Alexander, Jeffrey C., Ron Eyerman, Bernhard Giesen, Neil J. Smelser, dan Piotr Sztompka. Cultural Trauma and Collective Identity. Berkeley: University of California Press, 2004.
Albana, Hasan. "Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Atas." Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) 9, no. 1 (2023): 49–64. https://doi.org/10.18784/smart.v9i1.1849.
An'Umillah, Aulia Nuha, Supriyono, dan Dadi Mulyadi Nugraha. "Pentingnya Peran Nilai-Nilai Pancasila terhadap Karakter Remaja pada Era Globalisasi dan Disrupsi." Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN 6, no. 1 (2021): 35–41.
Angin, Ria. "Membangun Kesadaran Kritis Generasi Muda dari Radikalisme dan Terorisme yang Merongrong NKRI." Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS 4, no. 2 (2018): 118–130. https://doi.org/10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1844.
Boiliu, Esti Regina. "Literasi Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen." PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2022): 120–131. https://doi.org/10.34307/peada.v3i2.69.
Fatoni, Zainal, et al. Remaja dan Perilaku Berisiko di Era Digital: Penguatan Peran Keluarga. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2020.
Khasanah, Amilatul, dan Naibin Naibin. "Teologi Lingkungan: Studi Fenomenologi Gerakan Environmentalisme Komunitas Air Kita Mojoagung." Jurnal Sosiologi Agama 15, no. 2 (2021): 207–226. https://doi.org/10.14421/jsa.2021.152-04.
Lakawa, Septemmy E. Kemurahanhatian dan Trauma: Imajinasi Baru Misi Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2023.
Messakh, Jefrit Johanis, et al. "Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Moderasi Beragama di Era 5.0." Jurnal Ilmu Pendidikan 5, no. 5 (2023): 2160–2172. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i5.5678.
Mezirow, Jack. Transformative Dimensions of Adult Learning. San Francisco: Jossey-Bass, 1991.
Mezirow, Jack. "Transformative Learning: Theory to Practice." New Directions for Adult and Continuing Education 74 (1997): 5–12. https://doi.org/10.1002/ace.7401.
Mutrofin, Mutrofin, dan Ahmad Kharis. "Deradikalisasi Kaum Remaja dalam Membendung Radikalisme Media Sosial." Jurnal Sosiologi Agama 14, no. 2 (2020): 273–290.
Ramdhani, M. Ali, et al. Jalan Menuju Moderasi: Modul Penguatan Moderasi Beragama bagi Guru. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, 2021.
Rumahuru, Yance Zadrak, Marlin Ch. Laimeheriwa, Ferry Nahusona, dan Jenne Pieter. Hak Beragama di Persimpangan Jalan Kebebasan: Potret Pelanggaran Hak Kebebasan Beragama Pascakonflik di Maluku. Diedit oleh Ihsan Ali-Fauzi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2022.
Ruimassa, Aleta Apriliana. "Memahami Psikologi Perkembangan Remaja sebagai Upaya Merencanakan Pelayanan Pastoral yang Peka Kesehatan Mental Remaja." DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 7, no. 2 (2023): 769–784.
Sawan, Fransiskus, dan Marselus Ruben Payong. "Penguatan Karakter Moderasi Beragama melalui Literasi Keagamaan dalam Pendidikan Kristiani." KURIOS 9, no. 2 (2023): 297–309. https://doi.org/10.30995/kur.v9i2.707.
Setara Institute. "Setara Institute Catat 329 Pelanggaran KBB Sepanjang 2023." Diakses 15 Januari 2024. https://setara-institute.org/setara-institute-catat-329-pelanggaran-kbb-sepanjang-2023/.
Taylor, Kathleen, dan Dean Elias. Transformative Learning. San Francisco: Jossey-Bass, 2012.
Tim Penyusun Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.
Tumanggor, Raja Oloan, dan Agoes Dariyo. "Peran Moderasi Beragama untuk Pengembangan Sikap Nasionalisme Remaja dalam Kerangka Ketahanan Sosial di Lampung Tengah, Provinsi Lampung." Jurnal Ketahanan Nasional 29, no. 3 (2023): 346–367. https://doi.org/10.22146/jkn.90235.
"Setara Institute: Jumlah Pelajar yang Intoleran Aktif Meningkat, 56% Setuju Syariat Islam." VOA Indonesia. Diakses 15 Januari 2024. https://www.voaindonesia.com/a/setara-institute-jumlah-pelajar-yang-intoleran-aktif-meningkat-56-setuju-syariat-islam/7097499.html.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



