Politik Identitas Etnis Toraja sebagai Masalah Teologis: Kasus di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

Frans Paillin Rumbi

Abstract


The issue to be examined is identity politics by Torajanese in Kolaka Regency and how to highlight it in terms of Christian political theology. To obtain the data, the writer uses a grounded theory type of qualitative research method. From the results of the research, it appears that identity politics is used to: First, to cultivate compassion or solidarity. Second, realizing the interests of certain elements in the realm of practical politics, especially related to the position in the system of government. Those research show that there is a gap in vision among the community, this situation also triggered internal conflicts between them. The problem needs to be addressed immediately, specifically the author highlights it from the perspective of political theology. Conflict can be overcome if the conflicting parties hold a dialogue to prioritize life values such as love, justice and peace.


Abstrak
Masalah yang hendak dikaji dalam artikel ini ialah politik identitas orang Toraja di Kabupaten Kolaka dan bagaimana menyorotinya dari segi teologi politik Kristen. Untuk memeroleh data, maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif jenis grounded theory. Dari hasil penelitian, tampak bahwa politik identitas digunakan untuk: Pertama, membudayakan belarasa atau solidaritas. Kedua, mewujudkan kepentingan oknum tertentu pada ranah politik praktis terutama terkait dengan kedudukan dalam sistem pemerintahan. Kedua temuan memperlihatkan adanya kesenjangan visi dalam komunitas, situasi itu turut memicu konflik internal di antara mereka. Masalah tersebut perlu segera diatasi, secara khusus penulis menyorotinya dari perspektif teologi politik. Konflik dapat diatasi jika pihak-pihak yang bertikai mengadakan dialog mengutamakan nilai-nilai kehidupan seperti kasih, keadilan, dan damai sejahtera.

Keywords


identity politics; theology; Torajanese; identitas; orang Toraja; teologi politik

Full Text:

PDF

References


Alfaqi, Mifdal Zusron. “Memahami Indonesia Melalui Perspektif Nasionalisme, Politik Identitas, Serta Solidaritas.” Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 28, no. 2 (2015): 111–116.

Alyosius M. Sutrisnaatmaka. “Dialog: Tantangan Melawan Penyeragaman dan Pemaksaan Kehendak.” In Multikulutralisme: Kekayaan dan Tantangannya di Indonesia, diedit oleh A. Eddy Kristiyanto dan William Chang. Jakarta: Obor, 2014.

Anselm Strauss dan Juliet Corbin. “Metodologi Grounded Theory Ulasan Singkat.” In Handbook Of Qualitative Research, diedit oleh Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln, 349–364. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Felix Baghi. “Politik Sebagai Kejadian dan Etika Kebenaran (Alain Badiou dan Soal Universalisme).” In Allah Menggugat-Allah Menyembuhkan, diedit oleh Otto Gusti Maddung dan Anselmus Meo Paul Budi Kleden. Maumere: Ledalero, 2012.

Georger Ritzer; Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi Modern. Diedit oleh Tri Wibowo Budi Santoso. 6 ed. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.

Habibi, Muhammad. “Analisis Politik Identitas di Indonesia,” 2017.

Henrika. “Pluralitas dan Perdamaian: Ketika Aku dan Engkau Adalah Kita.” In Multikulutralisme: Kekayaan dan Tantangannya di Indonesia, diedit oleh A. Eddy Kristiyanto dan William Chang. Jakarta: Obor, 2014.

Ira Mirawati. “Manajemen Komunikasi dan Perdamaian Antar etnis.” In Komunikasi Kontekstual: Teori dan Praktik Komunikasi Kontemporer. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.

John Campbell-Nelson. “Demokrasi Sebagai Misi Gereja.” In Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pascaorde Baru, diedit oleh Julianus Mojau dan Zakaria J. Ngelow John Campbell-Nelson. Makassar: OASE Intim, 2013.

John Rawls. Teori Keadilan: Dasar-dasar Filsafat Politik Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial Dalam Negara. Diedit oleh Uzair Fauzan dan Heru Prasetyo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Karel Phil Erari. “Kekristenan dan Kepemimpinan Kristen, Sekarang dan Masa Depan.” In Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pascaorde Baru, diedit oleh Julianus Mojau dan Zakaria J. Ngelow John Campbell-Nelson. Makassar: OASE Intim, 2013.

Kristianus. “Politik dan Startegi Budaya Etnik dalam Pilkada Serentak di Kalimantan Barat.” Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review 1, no. 1 (2016): 87–101.

Muhtar Habodin. “Menguatnya Politik Identitas Dalam Ranah Lokal.” Jurnal Studi Pemerintahan 3, no. 1 (2012): 116–134.

Narottama, Nararya, A A Ayu Arun, dan Suwi Arianty. “Proses pembentukan identitas budaya nasional Dan promosi pariwisata indonesia di eropa ( studi kasus diaspora bali di perancis ).” Jurnal Kepariwisaatan dan Hospitalitas 1, no. 2 (2017): 180–195.

Ng. Philipus dan Nurul Aini. Sosiologi dan Politik. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004.

Singgih, Emanuel Gerrit. Iman dan Politik dalam Era Reformasi di Indonesia. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2000.

Zakaria J. Ngelow. “Beberapa Catatan Mengenai Politik Kristen di Indonesia.” In Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pascaorde Baru, diedit oleh Julianus Mojau dan Zakaria J. Ngelow John Campbell-Nelson. Makassar: OASE Intim, 2013.

———. “Turut Membina Indonesia Sebagai Rumah Bersama-Peran Gereja Dalam Politik di Indonesia.” Jurnal Jaffray 12, no. 2 (2014).




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v5i2.104

Article Metrics

Abstract view : 118 times
PDF - 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS telah terindeks pada situs:

e-ISSN: 2614-3135

p-ISSN : 2615-739X

Copyright KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2017-2019. All Rights Reserved.

View KURIOS' Stats